RI Segera Miliki Pabrik Pertama Pengolah Bauksit Jadi Alumina

  • Ekonomi
  • 1
  • 05 Jul 2013 10:58

bauxite-130705b.jpg
Perusahaan pengolahan bahan tambang Indonesia akan bertambah. Harita Group melaporkan telah menjalin kerjasama dengan perusahaan asal China, Hongqiao yang bergerak di usaha pengolahan dan pemurnian bauksit untuk memulai pembangunan tahap pertama pabrik smelter alumina di Ketapang, Kalimantan Barat.

Nilai investasi pabrik mencapai US$ 1 miliar dengan kapasitas produksi mencapai 2 juta ton per tahun. "Peletakan batu pertama pembangunan pabrik smelter tersebut pada pertengahan Juli 2013," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ansari Bukhari, Jumat (5/7/2013).

Dia mengatakan hal ini sejalan dengan rencana pemerintah terus mendorong program hilirisasi di industri berbasis mineral.

Hal ini juga sesuai Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (minerba) terkait kewajiban pengusaha untuk melakukan program peningkatan nilai tambah produk minerba dengan membangun pabrik pengolahan atau smelter di dalam negeri paling lambat tahun 2014.

Dia berharap pabrik smelter alumina yang merupakan perusahaan joint venture antara Harita Group dengan kepemilikan saham 30% dengan perusahaan asal China Hongqiao yang memiliki 70% saham, dapat memenuhi kebutuhan alumina dalam negeri sebanyak 500 ribu ton per tahun.

“Kalau pabrik smelter ini sudah jalan merupakan pabrik pertama di dalam negeri yang memproses bauksit menjadi alumina. Selama ini mereka ekspor bauksit ke China," ungkap dia.

Untuk mendukung pembangunan pabrik ini, Ansari mengungkapkan jika  Harita Group mengajukan permohonan untuk mendapatkan fasilitas tax holiday dan dukungan ketenagakerjaan.

“Pengajuan tersebut kami akan pelajari sesuai aturan yang berlaku dan pada prinsipnya kami akan terus dukung program hilirisasi minerba agar bisa segera dilaksanakan,” tambah dia.

Dia kembali menyatakan melalui pembangunan smelter alumina dapat mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat struktur industri alumunium yang terintegrasi antara industri hulu dan hilir.

CEO Harita Group Lim Gunawan Hariyanto mengatakan, nilai investasi pembangunan pabrik akan dibangun dalam dua tahap.

Tahap pertama ditargetkan selesai pada pertengahan 2015 untuk produksi alumina sebanyak 1 juta ton dan 1 juta ton lagi pada tahap kedua yang diharapkan selesai pada 2016.

“Alumina tersebut akan kami prioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, terutama untuk suplai ke PT Inalum. Kalau ada sisanya, baru kami ekspor. Harga akan disesuaikan market. Sedangkan, target penyerapan tenaga kerja sebanyak dua ribu orang,” tutur dia. (Nur)

Credit: Nrm

Like this article?

0 likes & 0 dislikes



Comments 1
Sign in to post a comment
  • yni

    (KISAH SUKSES) BAYU ANGGARA ; Lolos PNS Guru di lingkungan PEMDA MEDAN) Assalamu Alaikum wr-wb, Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di sekolah dasar sumatra, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 3 kali mengikuti ujian, dan membayar 50 jt namun hasilnya nol uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah,namun teman saya memberikan no tlp Bpk.Drs.SUKARDI SH.MSI. Selaku petinggi di BKN pusat yang di kenalnya di jakarta dan juga mengurusnya jadi PNS, saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim Berkas saya melalui Email, alhamdulillah No Nip dan SK saya akhirnya keluar, Jadi apapun keadaan anda skarang jangan pernah putus asa dan terus berusaha, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasih jalan, itu adalah kisa nyata dari saya, Semua hasil ini saya ucapkan terimakasih kepada : 1. ALLAH SWT; karena KepadaNya kita mengemis dan memohon. 2. Terimakasih untuk khususnya Bpk.Drs.SUKARDI SH.MSI. beliau selaku Kepala tim pengadaan CPNS BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.Teman teman yg ingin seperti saya silahkan anda hubungi Bpk.Drs.SUKARDI SH.MSI Tlp; 0822-9225-2244 Siapa tau beliau mau bantu

Terpopuler