Sultan Brunei Hassanal Bolkiah Tak Bisa Hidup Tanpa Kemewahan

By

Menjadi anak sulung dari seorang raja membuat Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mengemban tugas berat sejak kecil. Mengingat dirinya harus menggantikan posisi sang ayah kelak, fisik dan mentalnya telah dilatih dan dididik sejak kecil.

Siapa sangka, keahliannya berbisnis menjadikan dirinya sebagai salah satu raja terkaya di dunia dengan harta berjumlah  US$ 20 miliar (Rp 216,9 triliun). Dia merupakan raja yang tergila-gila dengan kehidupan serba mewah.

Bagaimana tidak, di istananya dia mengkoleksi lebih dari 7.000 mobil super mewah dan yang paling mahal serta tercepat di dunia. Berbagai perhiasan antik super mahal pun menjadi koleksi pribadinya.

Dia tetap hidup mewah mesti mengalami perceraian dua kali. Uniknya dari ketiga pernikahannya, dia dan istri pertamanya yang dinikahi pada 1965 tetap langgeng hingga sekarang. Bagaimana lika-liku kehidupan mewah sang sultan Brunei Darussalam ini?

Sejak kecil dipersiapkan menjadi raja

Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah lahir dari pasangan Sultar Omar Ali Saifuddien III dan Raja Isteri Pengiran Anak Damit pada 15 Juli 1946. Dia lahir di Istana Darussalam sebagai anak pertama di keluarga kerajaan tersebut.

Mengingat dia adalah anak laki-laki pertama di keluarganya, dia harus menjadi pengganti sang ayah kelak menduduki tahta kerajaan Brunei. Tak heran, sejak kecil dia telah dipersiapkan untuk menjadi pengganti ayahnya.

Dia didik secara pribadi di Istana Darul Hanna. Hassanal lalu dikirim ke Victoria Institution di Kuala Lumpur, Malaysia untuk melanjutkan sekolahnya setelah sebelumnya belajar di institusi ternama di Brunei.

Sedangkan latar belakang militernya diperoleh dari Royal Military Academy di Sandhurst, Inggris. Dia bahkan menyandang gelar Kapten pada 1967 di akademi tersebut karena dinilai berkualifikasi tinggi. Pada tahun yang sama dia menerima penghargaan dari salah satu universitas di Rusia.

Hassanal Bolkiah lalu kembali ke negaranya di saat sang ayah lengser.

Menjadi Raja di usia 21 tahun

Pada 1961 sang ayah, Sir Omar menobatkan Sultan Hassanal sebagai putra mahkota kerajaan. Enam tahun kemudian saat sang ayah lengser dari tahta kerajaannya. Putra sulung Sir Omar tersebut pun mulai menduduki kursi kerajaan sejak 5 Oktober 1967.

Hassanal pun secara resmi disahkan dan dinobatkan sebagai raja lewat upacara khas istana kerajaan pada 1 Agustus 1968. Hassanal merupakan sultan ke-29 dari dinastinya yang dipercaya sebagai salah satu yang tertua di dunia.

Meski sudah lengser selama satu dekade, sang ayah masih mendominasi kepemimpinannya sebagai raja. Setelah kematian sang ibu pada 1979,  Sir Omar benar-benar menarik dirinya dari urusan pemerintahan.

Sultan Hassanal dengan cepat mendominasi perannya di kerajaan Brunei. Dia sering berkeliling ke seluruh negeri untuk mendengarkan keinginan rakyatnya sekaligus mempromosikan dirinya sebagai pemangku tahta yang baru.

Brunei merdeka dari Inggris di masa Sultan Hassanal

Pada 1846, perdagangan  Brunei mulai banyak dipengaruhi Inggris, dan pada 1888, negara tersebut resmi menjadi negara jajahan Inggris. Brunei terus terikat kolonial Inggris hingga 1959 sampai akhirnya konstitusi pemerintahan Brunei diambilalih ayah Hassanal, Sir Omar.

Pada 1962, sejumlah rakyat dan anggota legislatif bekerja sama memberontak dan bermaksud menurunkan Sir Omar dari jabatannya. Namun dengan bantuan tentara Inggris, pemberontakan tersebut dapat diatasi.

Pola pemerintahannya yang mutlak diturunkan pada sang anak, Sultan Hassanal. Pada 1979, Hassanal berhasil membuat perjanjian kerjasama dan persahabatan dengan Inggris.

Akhirnya pada 1 Januari 1984, Inggris melepaskan Brunei dan negara tersebut pun merdeka. Meski demikian timbul berbagai kontroversi mengingat hubungan kedua negaranya tetap baik.

Setelah merdeka dari Inggris, Sultan Hassanal mulai menciptakan birokrasi sendiri, mengganti para ekspatriat Inggris dengan warga Brunei. Dia pun memberantas korupsi.

Mengingat pola pemerintahan kerajaan Brunei Darussalam adalah monarki absolut, Sultan Hassanal menjabat sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Tak hanya itu, dia juga merangkap sebagai perdana Menteri dan menteri pertahanan dan keuangan. Sultan Hassanal dibantu dewan penasihat kesultanan dan beberapa menteri lainnya.

Hidup glamor, punya 7.000 mobil super mewah

Sultan Hassanal merupakan salah satu raja terkaya dunia dengan kekayaan mencapai US$ 20 miliar (Rp 216,9 triliun). Dia terkenal dengan kehidupan super mewahnya. Dengan kekayaannya tersebut dia bahkan pernah menjadi orang terkaya di dunia sebelum akhirnya Bill Gates terus bertengger di posisi tersebut.

Sultan Hassanal memiliki ketertarikan yang sangat tinggi pada mobil-mobil termahal, terunik, paling langka, dan tercepat di dunia. Bayangkan saja, Sultan Hassanal mengkoleksi 7.000 lebih mobil super mewah produksi sejumlah negara di dunia. Diantara mobilnya terdapat 531 mobil Mercedes Benz, 367 Ferrari, 185 BMW, 177 Jagura dan ribuan mobil mewah lainnya.

Hidupnya yang super glamor juga ditandai dengan pesawat pribadi berlapis emas Airbus 340 seharga US$ 220 juta. Tak hanya itu, pesawat pribadi lainnya adalah satu unit Boeing 747-400.

Tak heran bisnis minyak dan gas alam di negerinya mencetak uang dalam jumlah besar. Bukan hanya itu saja, dia juga berinvestasi di sejumlah perusahaan real estate kelas internasional.

Tak hanya mobil yang dikoleksinya dia juga gemar mengumpulkan perhiasan mahal. Bahkan untuk mencukur rambut saja, sang raja terkaya kedua di dunia ini tak keberatan merogoh uang sekitar US$ 21 ribu atau sekitar Rp 234,9 juta.

Menikah dengan wanita yang berusia 32 tahun lebih muda

Pada 1965, sebelum resmi dinobatkan sebagai raja, Sultan Hassanal menikah dengan sepupunya sendiri Pengiran Anak Saleha. Pernikahan tersebut merupakan hasil perjodohan keluarga.

Sultan Hassanal lalu menikah untuk yang kedua kalinya dengan mantan pramugari Royal Brunei Airlines Hajah Mariam. Meski menikah lagi, dia tidak memutuskan bercarai dengan istri pertamanya.

Selama 21 tahun sang raja didampingi dua ratu dalam hidupnya. Keduanya selalu duduk bersandingan dan tak terlihat memiliki persaingan yang berarti.

Namun secara mengejutkan pada Februari 2003 Sultan Hassanal memutuskan untuk menceraikan istri keduanya tersebut. Mantan pramugari bernama lengkap Mariam Abdul Aziz ini dicopot dari semua gelar kerajaannya.

Selang dua tahun kemudian sang raja menikahi mantan presenter TV3 Malaysia Azrinaz Mazhar Hakim. Azrinaz yang berusia 32 tahun lebih muda darinya memberi dia satu orang anak laki-laki.

Hanya bertahan selama lima tahun, pada 2010 Sultan Hassanal menceraikan istri ketiganya tersebut. Dia pun bernasib sama dengan Mariam. Namun meski menceraikan istri-istrinya tersebut, sang raja tak pernah berpisah dengan istri pertamanya hingga saat ini.

Dari seluruh pernikahannya, sang raja memiliki 11 anak yaitu, Al-Muhtadee Billah, Abdul 'Azim, Abdul Malik, Abdul Mateen, Abdul Wakeel, Rashidah, Muta-Wakkilah, Majeedah, Hafizah, Azemah dan Fadzilah.

Sebagai putra pertama Al-Muhtadee Billah telah dinobatkan menjadi putra mahkota yang kelak akan menjadi pengganti Sultan Hassanal memimpin Brunei Darussalam. (Sis/Igw)

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah Tak Bisa Hidup Tanpa Kemewahan

4 Comments

  • Budi Salim

    Tapi kita harus tetap menghormati yang lebih tua dan pimpinan dan biar bagaimanapun itu semua masalalu dan yang penting sultan bisa mensejahterakan rakyatnya jangan seperti kita banyak omong ,kritik dan larangan tapi rakyatnya banyak yang tidak sejahtera

  • Budi Salim

    Hati hati kalo memberitakan kesalahan orang walaupun BENAR ORANG ITU SALAH NANTI DIBERANGUS SEPERTI KOMPAT.CUM HA...HA.. KEBEBASAN PERS TIDAK PERNAH ADA DINEGARA MUSLIM

  • Budi Salim

    Maksud saya kehidupan rahasia sultan dan adik kandungnya yang tinggal di USA katanya muslim kok tinggal di negara zionis ha..ha.. Lupa akherat

Popular Videos

Popular Photos