Sukses

Beli BBM Subsidi Wajib Pakai Kartu Mulai Oktober

Pemerintah berencana mulai menerapkan penggunaan kartu untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada Oktober 2013.

Pemerintah berencana mulai menerapkan penggunaan kartu untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi
pada Oktober 2013.

Staf Khusus Menteri Energi Sumber Daya Mineral Wiratmaja Puja mengakui program tersebut masih terkendala  bagaimana mencari cara mengajak masyarakat yang belum terbiasa bertransaksi dengan sistem non tunai untuk melakukan hal tersebut.

"Karena terus terang kalau nggak pegang uang, tapi nggak punya uang," kata kata Wira di Jakarta, Kamis (26/9/2013).

Meski kesulitan merubah kebiasaan masyarakat, namun program tersebut akan tetap mulai dilaksanakan pada Oktober nanti. "Budaya non cash ini kita harapkan minggu satu dan dua akan mulai. kita harapkan oktober terbiasa," ungkapnya.

Pada program ini, pemerintah tidak mengeluarkan dana terutama menyangkut sistem perbankan. Pemerintah baru akan mengeluarkan investasi jika sudah masuk tahap identifikasi,

Wira menuturkan latar belakang pelaksanaan program tersebut karena muncul keraguan perihal catatan angka pengeluaran BBM bersubsidi antara yang dikeluarkan depo penampungan dengan konsumsi masyarakat.

Keberadaan transaksi pembelian BBM dengan memakai kartu diharapkan secara otomatis membuat konsumsi BBM terekam bank penyedia jasa kartu tersebut.

"Sekarang kalau misalnya Jabodetabek menghabiskan berapa liter, itu laporan Pertamina, dan banyak yang meragukan. Sekarang kita punya laporan pembanding dari bank," tegas Wira.

Wira mengungkapkan, untuk tahap pertama sebagai langakah penyesuaian, penyedia jasa kartu akan membuka layanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dalam tahap pertama tersebut kartu akan dibagikan dengan cuma-cuma.

" Tahap kedua, identifikasi ini nanti lama-lama kartunya akan mulai terkoneksi ke personal dan harus punya satu kartu BBM yang dikeluarkan BPH Migas, tapi masyarakat sudah terbiasa non tunai. Kami berharap tahun depan bisa identifikasi," tandas dia. (Pew/Nur)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini