Profil Muhammad Lutfi, si Menteri Perdagangan Baru

  • Ekonomi
  • 0
  • 12 Feb 2014 11:38
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono resmi menunjuk Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Gita Wirjawan yang mundur pada 31 Januari 2014. Lutfi sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Jepang.

"Saya telah melakukan fit and proper test pada seorang yang saya pilih sebagai Menteri Perdagangan. Fit and proper test telah dilakukan didamping Wapres terhadap Saudara Muhammad Lutfi, Mantan Dubes Indonesia untuk Jepang," kata SBY dalam konferensi pers di Istana, Jakarta, Rabu (12/2/2014).

Bagaimana sepak terjang Lufti? Berikut ulasannya yang diolah dari data BKPM, HIPMI JAYA dan berbagai sumber, Rabu (12/2/2014):

Lutfi yang lahir di Jakarta 16 Agustus 1969  dikenal sebagai seorang pengusaha handal. Lufti bersama para sahabatnya yaitu Erick Thohir, Wishnu Wardhana, dan Harry Zulnardy membuka usaha pada 1998, merealisasikan mimpi mereka saat masih kuliah di Amerika Serikat.

Lutfi dan teman-temannya pun memulai bisnis trading mulai dari semen, kapur hingga beras. Bisnis yang dijalani keempatnya sukses. Lalu didirikanlah mendirikan Mahaka Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, keuangan dan media.

Lewat kibaran bendera Grup Mahaka, pada 1999, Lutfi Cs membangun Radio One Jakarta. Berikutnya, November 2000, membeli harian Republika yang saat itu berada di ambang kebangkrutan. Di Mahaka, Lutfi menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO.

Kehandalannya memimpin perusahaan membawa suami dari mantan model Bianca Adinegoro tersebut didapuk menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia untuk Jakarta (HIPMI JAYA) periode 1998-2001. Saat itu Lufti masih berusia 29 tahun.

Setelah itu, alumnus Purdue University, Indiana, Amerika Serikat ditunjuk menjadi Ketua Nasional HIPMI pada periode 2001-2004. Kiprah Lutfi memimpin para pengusaha muda di Indonesia ternyata berhasil memikat hati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Setahun setelah masa tugasnya sebagai Ketua HIPMI JAYA berakhir, Lutfi diangkat oleh Presiden SBY untukmenduduki posisi pejabat setingkat menteri, yakni Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia tahun 2005. Lutfi yang saat itu masih berusia 36 tahun merupakan orang termuda yang pernah menjabat sebagai Kepala BKPM.

Ketika menjabat posisi tersebut, Lutfi berhasil membawa Indonesia masuk dalam 25 Daftar Teratas Tempat Tujuan Investasi versi ATKearney pada edisi nomor 21.

Pada 2008, Lutfi diakui sebagai seorang pemimpin muda yang berpengaruh oleh the World Economic Forum’s Young Global Leaders. Ia juga merupakan salah seorang pendiri Masyarakat Ekonomi Syariah.

Pada Agustus 2010, Pria yang kini berusia 44 tahun tersebut kembali mendapat kepercayaan sebagai Duta Besar untuk Jepang dan Federasi Mikronesia. Lutfi lagi-lagi menjadi orang termuda yang pernah bertugas di kedutaan terbesar Indonesia, dan juga sebagai salah satu duta termuda yang mewakili Indonesia secara internasional.

Baru saja mengakhiri masa tugasnya sebagai Duta Besar RI untuk Jepang merangkap Mikronesia, Lutfi dipanggil Presiden SBY ke kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor, Jabar, pada Senin 10 Februari 2014. Lutfi lalu menjalani uji kecakapan dan kepatutan untuk menggantikan Gita Wirjawan sebagai Menteri Perdagangan.

Saat dipanggil, Lutfi diberitahu akan menjadi Menteri Perdagangan, dan harus berkoordinasi dengan sejumlah menteri ekonomi. Pada Rabu, 12 Februari 2014, Presiden SBY secara resmi menunjuk Lutfi sebagai Menteri Perdagangan.

"Saya memandang saudara Lutfi cakap dan mampu menggantikan Saudara Gita Wirjawan," kata SBY.

SBY berpesan agar Lutfi tetap menjalankan kerjasama dalam kerangka kerjasama kawasan seperti ASEAN dan APEC. Dalam kerjasama tersebut, Mendag diharapkan mengutamakan kepentingan ekonomi nasional utamanya di bidang perdagangan agar dapat dipelihara dengan baik.

Rencananya SBY bakal melantik Lutfi pada Jumat, 14 Februari 2014. (Ndw/Igw)

Baca juga:

Muhammad Lutfi Resmi Jadi Menteri Perdagangan

Pagi Ini, SBY Umumkan Mendag Baru Pengganti Gita Wirjawan

Dubes RI untuk Jepang jadi Menteri Perdagangan Baru?

Hatta Rajasa Bilang Tak Perlu Ada Mendag Baru

(Ndw)


Related Articles
Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler