Penampakan Terbaru Pabrik Pesawat Milik Indonesia

on

Indonesia memiliki pabrik pesawat yang patut dibanggakan mengingat menjadi satu-satunya yang beroperasi di wilayah Asia Tenggara.

Pabrik pesawat tersebut adalah PT Dirgantara Indonesia (Persero) yang sebelumnya bernama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Pabrik yang terletak di kawasan Bandara Husein Sastranegara, Bandung ini memiliki luas wilayah mencapai 80 hektar.

"Kami saat ini memiliki jumlah pegawai sebanyak 4.200 orang setelah sebelumnya pernah mencapai 16 ribu pegawai," ungkap Direktur Komersial dan Restrukturisasi PT DI Budiman Saleh di kantor pusat PT DI yang ditulis, Sabtu (15/2/2014).

PT DI pernah mengalami masalah finansial yang memuncak pada tahun 2010-2011. Kala itu, perusahaan yang pernah menciptakan pesawat buatan putra Indonesia ini terpaksa melepas para pegawainya dalam jumlah besar.

Beruntung usai mengikuti program restrukturisasi dari pemerintah pada 2011, PT DI kini mampu bangkit dan telah berhasil mencetak laba Rp 10,2 miliar.

Tahun 2013 PT DI juga telah berhasil memperkenalkan produksinya berupa pesawat CN235 ke beberapa negara tetangga dan berhasil mendapatkan kontrak.

Lalu bagaimana kegiatan di dalam pabrik pesawat ini? Berikut foto-foto hasil kunjungan Liputan6.com ke pabrik PT DI di Bandung :

1. PT Dirgantara Indonesia merupakan  perusahaan yang didirikan pada tahun 1976.




2. Lempengan-lempengan alumunium yang menjadi bahan dasar pembuatan sasis dan body pesawat yang mayoritas di impor.




3. PT DI saat ini memiliki jumlah karyawan sekitar 4000 karyawan.




4. Pemotongan lempengan alumunium dilakukans secara otomatis dengan menggunakan mesin produksi dari Itali dan Jerman.




5. Pembentukan dan finishing lempengan alumunium dilakukan juga dengan menggunakan mesin.




6. PT DI saat ini sedang mengerjakan beberapa proyek pengadaan pesawat salah satunya CN 235 pesanan TNI AL.




7. Tak hanya memproduksi pesawat bersayap, PT DI juga memproduksi helicopter salah satunya jenis Super Puma.



(Yas/Shd)

Credit Shd

Suka artikel ini?
Ilyas Istianur Praditya
Ilyas Istianur Praditya

  Full bio »

0 Comments