Sukses

Riset: 61 Persen Wanita RI Ingin Gaji Pasangan Rp 12 Juta

Hasil survei menunjukkan 61 persen wanita Indonesia ingin gaji bulanan pasangannya minimum Rp 12 juta sebelum menerima lamaran pernikahan.

Liputan6.com, Jakarta - Bisa menggelar pernikahan impian dan mewujudkan biduk rumah tangga yang harmonis tentu menjadi impian semua wanita. Tak heran, apabila banyak kaum hawa yang menetapkan kemapanan sebagai kriteria pasangan ideal.

Terbukti, survei yang dilakukan aplikasi pencari jodoh SweetRing menemukan fakta bahwa 61 persen wanita Indonesia menginginkan gaji bulanan pasangannya mencapai minimum Rp 12 juta sebelum mereka menerima lamaran pernikahan. Jumlah ini dianggap cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan di tengah harga bahan pokok yang terus meninggi.

"Setiap tahun, berbagai harga kebutuhan meningkat. Oleh sebabnya, Rp 12 juta adalah gaji minimum yang wajar bagi suami agar bisa membiayai keluarga," tutur Rini, seorang pengguna SweetRing seperti dilansir dari AsiaOne, Jumat (8/9/2017) .

Tak hanya menginginkan standar gaji pasangan yang tinggi, beberapa wanita yang disurvei pun ingin pernikahan mereka berlangsung megah dan berkesan. 60 persen dari wanita rela menghabiskan biaya minimal 50 juta untuk biaya pernikahan mereka

Jika dirata-ratakan, survei yang dilakukan pada Agustus 2017 itu mengungkap pasangan Indonesia menghabiskan biaya Rp 40 juta untuk acara pernikahannya.

Namun, pandangan para pria ternyata berbeda. 67 persen pria yang disurvei beranggapan bahwa dengan bergaji Rp 9 juta rupiah per bulan, mereka telah siap untuk menikah.

Lebih lanjut, 59 persen responden pria mengaku hanya rela mengeluarkan biaya 30 juta untuk pernikahan mereka. Mereka merasa pesta pernikahan yang terlalu besar sama saja akan menghambur-hamburkan uang yang ada.

"Yang penting adalah saya dan pasangan saya menikah, bukan besarnya acara pesta." ujar Agung (29) salah satu pengguna SweetRing.

Simak video pilihan di bawah ini:

 

Tips menabung biaya pernikahan

Kalau ingin segera menikah dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin apabila Anda dan pasangan melakukan serangkaian cara demi mendapat dana dalam jumlah besar. Dikutip dari Tunaiku, berikut ini cara yang bisa diterapkan agar mampu mengumpulkan dana untuk pernikahan dalam waktu cepat:

Pisahkan gaji

Bagi anda dan pasangan yang masing-masing punya penghasilan sendiri, kalian sebenarnya bisa membagi tugas. Caranya, pisahkan gaji atau uang yang ingin kalian sisihkan untuk biaya pernikahan.

Misalnya Anda bisa menabung Rp 500 ribu per bulan untuk membayar uang muka gedung. Sementara, pasangan Anda juga menyisihkan Rp 500 ribu per bulan untuk biaya uang muka katering.

Jangan sering kencan

Selalu ada saja cara untuk menyisihkan uang, misalnya dengan menghemat dana kencan. Kalau selama ini kalian sering menghabiskan Rp 50 sampai 200 ribu untuk sekali kencan, kenapa tidak berhemat saja? Dana yang biasanya kalian habiskan untuk kencan itu bisa ditabung dan dialokasikan untuk biaya pre-wedding.

Sisihkan Rp 100 ribu per minggu untuk celengan

Menabung itu banyak caranya. Tidak harus dalam jumlah besar atau ditabung di bank, kok. Cara sederhana yang bisa kalian lakukan adalah menyisihkan Rp 100 ribu atau masing-masing Rp 50 ribu per minggu dalam celengan. Nanti setelah satu tahun, uang itu bisa kalian gunakan untuk membeli atau memesan gaun pernikahan.

Setiap bulan, belilah satu jenis barang untuk seserahan

Membeli seserahan toh tidak harus sekaligus? Nah, cara pintar yang bisa kalian lakukan adalah membeli satu jenis barang setiap bulannya.

Nanti dalam dua belas bulan atau satu tahun sudah ada dua belas jenis barang seserahan yang kalian punya. Tinggal bungkus dan hias sedemikian rupa, jadi deh seserahan buat nikahan kalian.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.